Sejarah Perkembangan Game Konsol

Hampir setiap orang yang ada di dunia ini pasti pernah bermain game. Game sendiri bisa diartikan ke dalam Bahasa Indonesia dengan permainan.

Saat mendengar game mungkin beberapa orang akan langsung mengingat Playstation ataupun Nintendo.

Orang – orang juga sudah tak asing dengan  konsol game seperti Nintendi dan PS. Namun tak banyak orang yang tahu bagaimana perkembangan konsol game ini.

Video game mulai masuk perkembangan di tahun 1966. Ide – ide yang semakin kreatif dalam dunia game mulai banyak bermunculan.

Sebagian besar yang membuatnya pun para mahasiswa yang mengisi waktu senggang mereka dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada di kampus mereka masing – masing.

Awal mulanya adalah konsol game Baer dengan prototype game yang diberi nama Brown Box kemudian terbit dengan nama Magnavox Odysey pada tahun 1972 bulan Mei.

Konsol game ini berisi 16 game built in dan bisa diganti dengan menggunakan switch. Magnavox Odysey tercatat sebagai perkembangan konsol game pertama di dunia dengan penjualan 200.000 unit.

Setelah itu, generasi kedua dari konsol game pun muncul dimana generasi ini disebut – sebut sebagai awal era 8 bit atau kurang lebih 4 bit era.

Di generasi kedua ini juga dimana perkembangan konsol game pertama kali menggunakan meida cartridge di tahun 1976 dan Fairichild VES.

Fairichild VES mencoba mebubuhkan warna yang lebih menarik lagi dalam dunia konsol game dengan menginovasika VES atau Video Entertainment System.

Mesin VES lah yang kemudian menjadi mesin pertama yang disebut dengan Konsol. Konsol ini menggunakan kaset magnetic yang disebut dengan Cartridge.

Konsep ini lalu diikuti oleh produsen konsol game lain seperti Atari, Magnavox, dan RCA. Dan ketiga perusahaan video game ini memiliki konsep yang serupa.

Sayangnya, pada tahun 1977, konsol game sudah tidak menarik lagi untuk para konsumen. Fairchild dan RCA bangkrut dan yang masih bertahan hanyalah Magnavox dan ATARI. Akhirnya Magnavox meluncurkan Magnavox Odysey Vers. 2 yang ternyata juga gagal dan tidak hit.

Tak lama kemudian Atari menerbitkan konsol baru yaitu ATARI 2600 dengan game Space Invaders. 1980 para produsen konsol game mulai bermunculan kembali berkat Atari dan mengambil konsep Atari 2600 sebagai konsep dasar.

Namun sayang di tahun 1983 konsol game harus ambruk dan rela kalah saing dengan game PC yang semakin kreatif.

Ternyata kehancuran konsol game di tahun 1983 tidak menyurutkan perusahaan Famicom yang gigih mencoba untuk membangkitkan konsol game kembali pada masa jayanya.

Mereka berhasil membuat gebrakan baru. Konsol game asal negeri sakura ini memberikan nama konsolnya yaitu Nintendo Entertainment System (NES) yang diluncurkan di akhir tahun 1983.

Untuk pertama kalinya konsol game menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi. Hal ini tentu saja mendapatkan sambutan positif di Jepang dan Famicom mulai melebarkan sayap pemasarannya ke Amerika untuk memperkenalkan NES.

Dan NES inilah yang memperkenalkan kita pada game Super Mario Brothers dengan karakternya yang fenomenal dan tentu saja diingat sepanjang masa.

Pada generasi ke empat di tahun 1988 Sega merilis konsol mereka yang dikenal dengan Sega Genesis. Sega Genesis lebih menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang sangat halus dibandingkan dengan pesaingnya, NES.

Walau begitu, NES tetap menjuarai angka penjualan di tingkat paling atas. Setelah mengetahui hal itu, akhirnya dua tahun kemudian tepatnya pada 1990 Nintendo tidak mau kalah dengan meluncurkan SNES (super Nintendo entertainment system).

Disamping itu, sega meluncurkan Sonic the Hedgehog pada tahun 1991 yang kemudian muncul lah karakter Sonic yang terkenal serta menjadi ikon dari Sega sampai saat ini.

 

Itulah bagaimana perkembangan game konsol dari masa ke masa. Semoga bermanfaat.

You may also like...

Popular Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *