Perkembangan Game Valorant Yang Sedang Booming Ini Ini

Valorant memang baru dirilis permulaan Juni 2020 lalu namun sebagian regu esports profesional besar di luar sana telah membuat divisi game FPS besutan Riot Games yang satu ini.

Nama-nama besar organisasi esports besar yang telah terjun ke Valorant merupakan 100 Thieves, Cloud9, Gen.G, Immortals, TSM, T1, Ninja in Pyjamas, dan G2.

Valorant merupakan 5 versus 5 character-based tactical shooter. Tiap lomba akan berisi 25 round dan regu pertama yang berhasil meraih 13 round kemenangan akan memenangkan lomba.

Anda bisa memilih Agent di permulaan lomba. Berbeda dengan Overwatch, Anda tidak bisa mengganti Agent di tengah lomba.

Mode game-nya identik dengan CS:GO merupakan berupa bomb mission. Sebab game FPS memerlukan tingkat presisi yang tinggi, Riot Games akan menyediakan 128 tick-servers untuk Valorant.

Tickrate merupakan frekuensi yang dipakai oleh server untuk memberikan data kepada game-nya. Bila suatu server mempunyai 64 tickrates, karenanya server hal yang demikian bisa memberikan packets kepada pemain sebanyak 64 kali per detik.

128 tick-servers awam dipakai di lomba LAN atau third-party platform seperti ESEA dan FACEIT. Dengan demikian, hal ini menjadi sebuah keistimewaan bagi pemain Valorant untuk menikmati 128 tick-servers di tiap pertandingannya.

DotEsports menceritakan bahwa Valorant hanya tersedia di platform PC dan akan memasuki fase beta pada musim panas tahun 2020.

ada delapan karakter yang diperkenalkan pertama kali di Valorant. Tiap Agent mempunyai skill yang berbeda satu sama lain.

Skill tiap karakter digolongankan menjadi tiga merupakan purchasable abilities, ultimate, dan main ability. Purchasable abilities merupakan skill yang bisa dibeli ketika mengawali ronde.

Anda bisa membeli dua ragam skill yang tersedia. Ultimate skill didapatkan dari membunuh musuh dan menuntaskan objektif.

Mekanik ultimate yang sama dengan Overwatch. Main ability merupakan skill yang tersedia di tiap karakter secara hanya-hanya. Main ability memerlukan cooldown pada tiap pengaplikasiannya.

Senjata yang dipakai tidak terbatas dengan Agents yang dipilih. Sebab pada tiap mengawali ronde, Anda bisa membeli senjata yang disediakan. Sama seperti CS:GO, akan ada sistem ekonomi di dalam Valorant.

Sama seperti game Riot Games yang lain, Valorant tidak membutuhkan spesifikasi PC yang tinggi untuk melaksanakan game-nya.

Untuk spesifikasi yang direkomendasikan oleh Riot Games adalah prosesor Intel i3 generasi keempat dengan GPU Geforce GT730. Anda akan menerima 144 fps dengan prosesor Intel i5 generasi keempat dan GPU GTX 1050Ti.

Kecuali memerlukan spek rendah, Valorant sendiri juga sebetulnya betul-betul asyik dimainkan. Apalagi, banyak orang merasa bahwa feel CS:GO juga terasa begitu kental di game ini.

Padahal CS:GO masih jadi salah satu game FPS terlaris di PC, bagus di dunia ataupun di Indonesia, sampai hari ini sebab memang menawarkan feel dan gameplay yang solid.

Namun demikian, Valorant konsisten menawarkan keunikan tersendiri dengan memberikan skill (Special Abilities) ke tiap-tiap karakternya (Agents).

Inilah poin jual Valorant, mekanisme dan feel yang tenar tetapi dengan sentuhan-sentuhan baru yang membuat kompleksitas permainan jadi jauh berbeda.

Kecuali itu, sedangkan baru dirilis, Valorant sendiri juga sudah mempunyai fitur Spectator Mode. Spectator Mode ini betul-betul krusial buat perkembangan esports-nya.

Kecuali bermanfaat untuk menayangkan lombanya, Spectator Mode juga betul-betul bermanfaat untuk belajar supaya permainan kita lebih bagus lagi dari sebelumnya — bagus dari menonton laga orang lain atau menonton laga diri sendiri sebelumnya.

Padahal memang Spectator Mode di Valorant masih betul-betul simpel, fitur ini sudah ada dan tinggal dikembangkan lebih jauh. Setidaknya Valorant sudah berada di arah yang benar untuk mendukung esports.

Apabila hanya mengamati dari sisi game-nya saja, Valorant mempunyai kans yang betul-betul besar untuk dapat menempuh tingkat yang dahulu pernah dicapai oleh Dota 2 ataupun PB di Indonesia atau bahkan lebih tinggi lagi.

Perkembangan Game Mobile di Indonesia

Penggunaan smartphone dalam satu decade terakhir turut membuat game mobile menjadi populer. Semakin banyak game mobile yang dimainkan berbanding lurus dengan adopsi smartphone di Indonesia.

Munculnya ponsel touchscreen di awal 2009 yang membuat game mobile terus berkembang bahkan menyaingi game konsol dan game PC.

Awalnya, game mobile hanya diawali oleh Tap and Slide. Jika kalian pernah memainkan game Angry Bird, itulah perkembangan pertama dari game mobile.

Angry Bird memiliki peranan penting di dalam perkembangan mobile gaming. Walaupun di awal peluncurannya, game asal Finlandia ini tak langsung meledak di pasaran.

Tepatnya pada Februari 2010, Angry Birds menjadi game terpopuler di App Store untuk wilayah Inggris.

Saat itu memang sedang banyak masyarakat yang menggunakan iPad. Setelah angry birds populerm Rovio, sang pengembang game langsung menggratiskan berbagai versi angry birds yang sebelumnya berbayar.

Hal ini tentu saja semakin menarik antusiasme para pemain.

Setelah sukses merajai pasar Apps Store, Robio lalu membawa angry birds ke Android. Game playnya memang cukup mudah.

Misi kalian hanya menyelamatkan telur yang dicuri oleh alien hijau. Walau sederhana, namun game ini berhasil membuat pemainnya jadi sangat ketagihan untuk menyelesaikan semua babak.

Sampai sekarang, game ini masih berada di peringkat teratas di Play Store. Menjelang akhir 2011, game bergenre endless running seperti temple run mulai populer di Indonesia.

Game ini memberikan visualisasi 3 D yang membuat pemainnya merasa tertantang. Setelah itu, ada Subway Surfer yang hadir dengan gameplay serupa namun grafisnya lebih menyegarkan.

Selain itu ada juga fitur kostumisasi karakter yang lebih menarik. Sampai sekarang Subway Surfers masih eksis dengan total unduhan mencapai 1 miliar kali di Play Store.

Ada juga Candy Crush yang sangat diminati oleh para pengguna smartphone. Game yang dirilis pada 2012 itu merupakan game yang mudah untuk dimainkan.

Peraturannya tidak rumit. Pemain hanya harus menyelesaikan babak dengan mengkombinasi candy yang ada.

Perkembangan mobile gaming lalu mulai merambah ke online. Pemain diajak untuk bermain secara multiplayer.

Clash of Clans menjadi salah satu game yang mulai memperkenalkan sistem tersebut. game yang dirilis pada 2012 itu merupakan produk dari Supercell dari Finlandia.

COC juga membawakan gameplay simulasi yang mengajak pemain untuk membangun desa dan membentuk pasukan, tambang emas, markas, dan kamp tentara.

Setelah semua persiapan selesai, pemain bisa menyerang desa lain dengan mengerahkan tentara yang sebelumnya telah dibentuk atau sebaliknya, menjadi korban jarahan pemain lain.

Lalu, ada GetRich yang launching pada tahun 2014 yang sempat menghebohkan pemain Indonesia. Game besutan LINE ini bahkan pernah dimeriahkan oleh berbagai artis lokal.

Get Rich sendiri merupakan game monopoli yang diterapkan pada mobile game. Game papan ini dimainkan maksimal oleh 4 pemain untuk berkompetisi menentukan pemenang berdasarkan total kota dan uang yang dimiliki.

Pemain bisa membeli berbagai macam karakter, dadu dan pendant dengan efek khusus untuk memenangkan pertandingan.

Lalu di pertengahan 2016 masyarakat dihebohkan dengan game Pokemon Go yang memiliki teknologi AR.

Lalu ada game MOBA yang rilis di tahun yang sama dan belakangan ini, game battle royale lah yang sangat populer di masyarakat.

 

Itulah bagaimana perkembangan game mobile di Indonesia. Smeoga artikel ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian.