Perkembangan Game FPS Sejak 1992

Game FPS (First-Person Shooter) merupakan sebuah genre game yang berpusat pada senjata dalam perspektif orang pertama.

Karakter yang dimainkan biasanya menunjukkan sudut pandang mata pemain yang membidik karakter musuh di depannya.

Game FPS pertama yang populer adalah Maze War dimana game ini diluncurkan pada tahun 1973 dan 1974.

Wolfenstein 3D yang diluncurkan tahun 1992 menjadi prototipe dasar perkembangan karakter utama pada game.

Popularitas game FPS mulai naik ketika game berjudul Doom dipasarkan pertama kali oleh IBM pada komputer-komputer yang compatible di tahun 1993.

Pada perkembangan utamanya, terdapat beberapa game yang diluncurkan di tahun 1990-an hingga tahun 2000 termasuk Wolfenstein 3D, Doom, Zero Tolerance, Marathon 2: Durandal, Duke Nukem 3D, Quake, GoldenEye 007, Half-Life, Unreal Tournament, dan Counter-Strike (2000).

Kita bisa melihat perkembangan grafis yang berubah cukup signifikan yaitu dari game 1990-an menuju game di awal tahun 2000-an.

Game FPS Wolfenstein 3D yang masih terlihat “kotak-kotak” mirip Minecraft berubah pesat grafisnya jika dibandingkan game Counter-Strike di tahun 2000.

Perkembangan game FPS di tahun 2005 ke atas mulai menampakkan grafis yang lebih mengagumkan.

Beberapa game populer yang menunjukkan grafis mengagumkan termasuk Black, Call of Duty: Modern Warfare 2, Battle Field: Bad Company 2, Battlefield 3, dan Overwatch.

Efek 3D semakin terasa pada game-game FPS selanjutnya seperti Apex Legends, Far Cry 5, Doom Eternal dan Valorant.

Perkembangan game FPS di atas cukup mengagumkan karena kita bisa melihat tampilan game 8-bit hingga game yang bahkan mendukung resolusi hingga 4K.

Cube bisa jadi adalah game FPS pertama di App Store pada 2008, dan tidak tanggung-tanggung game ini mempunyai graphic 3D dan juga fitur multiplayer.

Tapi sayangnya game ini sebenarnya lebih kepada demo dari pada sebuah produk komersial untuk End User.

Terlepas dari hal itu Cube mendapat sambutan yang luar biasa dari para gamer, tapi dengan sebuah komplain yang sama yaitu kontrolnya yang sangat sulit.

Tepat di penghujung tahun 2008 Konami mengeluarkan Silent Hill untuk iPhone. Kualitas gamenya sangat baik dan mampu membawa kesan seram, graphicnya juga sangat baik. Silent Hill The Escape mendapatkan respond yang positif dari para gamer.

Shooter – The Official Movie seperti judulnya adalah game FPS yang di adopsi dari film yang berjudul sama dan keluar pada tahun 2009.

Perkembangan FPS dari game ini adalah sistem misi yang cukup beragam dan tidak hanya “tembak semua yang bergerak”. Kalau dari sisi graphic belum ada peningkatan yang terlalu tinggi jika dibandingkan dengan game yang ada dipasaran pada saat itu.

Modern Combat: Sand Strom adalah standard baru bagi standard baru FPS mobile gaming. Modern Combat dibuat dengan mind set pc experience pada mobile gaming sehingga fitur-fitur pc dicoba untuk dibawa kedalam mobile gaming.

Walaupun tidak semuanya berjalan dengan sempurna tapi inilah game pertama dengan experience yang mendekati FPS PC, mulai dari sistem misi, cut scene dan multiplayer. Graphicnya juga merupakan salah satu game FPS paling bagus dan detail untuk tahun 2009.

Archetype adalah game yang berfokus di multiplayer dan mendapat banyak respon positif ketika pertama kali diluncurkan.

Mungkin untuk sekarang gambarnya sudah tidak bisa bertanding, tapi dipertengahan tahun 2010 Archetype adalah salah satu game FPS yang paling top, ini didukung oleh sistem multiplayernya yang cukup solid dan penuh fitur.

Itulah bagaimana perkembangan dari game FPS sejak jaman dulu. Semoga bermanfaat.

Perkembangan Game Valorant Yang Sedang Booming Ini Ini

Valorant memang baru dirilis permulaan Juni 2020 lalu namun sebagian regu esports profesional besar di luar sana telah membuat divisi game FPS besutan Riot Games yang satu ini.

Nama-nama besar organisasi esports besar yang telah terjun ke Valorant merupakan 100 Thieves, Cloud9, Gen.G, Immortals, TSM, T1, Ninja in Pyjamas, dan G2.

Valorant merupakan 5 versus 5 character-based tactical shooter. Tiap lomba akan berisi 25 round dan regu pertama yang berhasil meraih 13 round kemenangan akan memenangkan lomba.

Anda bisa memilih Agent di permulaan lomba. Berbeda dengan Overwatch, Anda tidak bisa mengganti Agent di tengah lomba.

Mode game-nya identik dengan CS:GO merupakan berupa bomb mission. Sebab game FPS memerlukan tingkat presisi yang tinggi, Riot Games akan menyediakan 128 tick-servers untuk Valorant.

Tickrate merupakan frekuensi yang dipakai oleh server untuk memberikan data kepada game-nya. Bila suatu server mempunyai 64 tickrates, karenanya server hal yang demikian bisa memberikan packets kepada pemain sebanyak 64 kali per detik.

128 tick-servers awam dipakai di lomba LAN atau third-party platform seperti ESEA dan FACEIT. Dengan demikian, hal ini menjadi sebuah keistimewaan bagi pemain Valorant untuk menikmati 128 tick-servers di tiap pertandingannya.

DotEsports menceritakan bahwa Valorant hanya tersedia di platform PC dan akan memasuki fase beta pada musim panas tahun 2020.

ada delapan karakter yang diperkenalkan pertama kali di Valorant. Tiap Agent mempunyai skill yang berbeda satu sama lain.

Skill tiap karakter digolongankan menjadi tiga merupakan purchasable abilities, ultimate, dan main ability. Purchasable abilities merupakan skill yang bisa dibeli ketika mengawali ronde.

Anda bisa membeli dua ragam skill yang tersedia. Ultimate skill didapatkan dari membunuh musuh dan menuntaskan objektif.

Mekanik ultimate yang sama dengan Overwatch. Main ability merupakan skill yang tersedia di tiap karakter secara hanya-hanya. Main ability memerlukan cooldown pada tiap pengaplikasiannya.

Senjata yang dipakai tidak terbatas dengan Agents yang dipilih. Sebab pada tiap mengawali ronde, Anda bisa membeli senjata yang disediakan. Sama seperti CS:GO, akan ada sistem ekonomi di dalam Valorant.

Sama seperti game Riot Games yang lain, Valorant tidak membutuhkan spesifikasi PC yang tinggi untuk melaksanakan game-nya.

Untuk spesifikasi yang direkomendasikan oleh Riot Games adalah prosesor Intel i3 generasi keempat dengan GPU Geforce GT730. Anda akan menerima 144 fps dengan prosesor Intel i5 generasi keempat dan GPU GTX 1050Ti.

Kecuali memerlukan spek rendah, Valorant sendiri juga sebetulnya betul-betul asyik dimainkan. Apalagi, banyak orang merasa bahwa feel CS:GO juga terasa begitu kental di game ini.

Padahal CS:GO masih jadi salah satu game FPS terlaris di PC, bagus di dunia ataupun di Indonesia, sampai hari ini sebab memang menawarkan feel dan gameplay yang solid.

Namun demikian, Valorant konsisten menawarkan keunikan tersendiri dengan memberikan skill (Special Abilities) ke tiap-tiap karakternya (Agents).

Inilah poin jual Valorant, mekanisme dan feel yang tenar tetapi dengan sentuhan-sentuhan baru yang membuat kompleksitas permainan jadi jauh berbeda.

Kecuali itu, sedangkan baru dirilis, Valorant sendiri juga sudah mempunyai fitur Spectator Mode. Spectator Mode ini betul-betul krusial buat perkembangan esports-nya.

Kecuali bermanfaat untuk menayangkan lombanya, Spectator Mode juga betul-betul bermanfaat untuk belajar supaya permainan kita lebih bagus lagi dari sebelumnya — bagus dari menonton laga orang lain atau menonton laga diri sendiri sebelumnya.

Padahal memang Spectator Mode di Valorant masih betul-betul simpel, fitur ini sudah ada dan tinggal dikembangkan lebih jauh. Setidaknya Valorant sudah berada di arah yang benar untuk mendukung esports.

Apabila hanya mengamati dari sisi game-nya saja, Valorant mempunyai kans yang betul-betul besar untuk dapat menempuh tingkat yang dahulu pernah dicapai oleh Dota 2 ataupun PB di Indonesia atau bahkan lebih tinggi lagi.