Perkembangan Xbox Dari Generasi Pertama Hingga Terbaru

Perkembangan Xbox Dari Generasi Pertama Hingga Terbaru

Perkembangan Xbox – Untuk para gamers console nama xbox mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga mereka. Pada bulan November 2020 lalu , Xbox baru saja merilis generasi terbaru mereka yang diberi nama Xbox Series X. Konsol buatan Microsoft ini menghadirkan performa hardware optimal, dengan mendukung fps tinggi dan resolusi hingga 8Kreal-time ray tracing, dan SSD berkecepatan tinggi untuk mengurangi waktu loading.

Perkembangan Xbox Dari Generasi Pertama Hingga Terbaru

Sebelum membahas lebih dalam mengenai generasi terbarunya , ada baiknya kita melihat sejarah perkembangan Xbox dari generasi pertamanya hingga yang terbaru yaitu Series X. Berikut adalah informasi tersebut.

Generasi Pertama: Xbox

perkembangan-xbox

Generasi pertama diluncurkan pada tahun 2001 di Amerika Serikat dan menjadi konsol pertama yang dibuat oleh Microsoft. Diberi nama Xbox karena mengacu pada “DirectX Box” yang terinspirasi dari grafik API buatan Microsoft, DirectX. Walaupun masih terbilang , namun Xbox sudah menjadi saingan terberat untuk para konsol lainnya seperti PlayStation 2 (Sony) dan GameCube (Nintendo).

Generasi pertama Xbox di awal rilisnya dihargai sekitar US$299. Generasi pertama ini menawarkan grafis yang jauh di atas konsol pesaingnya dengan menggunakan processor 733 MHz Intel Pentium III yang punya performa setara PC. Beberapa game favorit kala itu adalah Halo: Combat EvolvedProject Gotham Racing, dan Dead or Alive.

Generasi Kedua: Xbox 360, Xbox 360 S, dan Xbox 360 E

4 tahun setelahnya atau lebih tepatnya pada bulan November 2005 , Microsoft kembali menghadirkan generasi keduanya yaitu Xbox 360, Xbox 360 S dan Xbox 360 E. Perilisannya tersebut dibarengi dengan pemberitahuan tentang pemberhentian produksi konsol pendahulunya. Dan lagi lagi generasi keduanya ini berhasil menjadi pesaing berat dengan konsol milik Sony dan Nintendo, yaitu PlayStation 3 dan Wii.

Di tahun perilisannya Xbox mendatangkan game-game best-seller seperti Call of Duty 2Gears of War, dan Halo 3. Generasi kedua yang dibanderol sekitar US$399 ini berhasil laku keras di semua negara kecuali Jepang karena masih didominasi oleh pengguna PlayStation dan Nintendo. Hingga di tahun 2013 , setidaknya sudah ada  lebih dari 78,2 juta unit Xbox 360 sudah habis terjual. Namun layanan generasi kedua ini telah dihentikan di tahun 2016 lalu.

Generasi Ketiga: Xbox One, Xbox One S, dan Xbox One X

perkembangan-xbox

Generasi ketiga hadir pada November 2013 dan kembali menjadi pesaing situs slot mudah menang terberat agi PlayStation 4, Nintendo Switch, dan Wii U. Uniknya , konsol ini menawarkan berbagai fitur berbasis internet seperti merekam dan stream gameplay hingga menonton TV kabel maupun satelit.

Dengan harga sekitar US$499, Xbox dinilai cukup worth it dengan desain yang cantik, fitur multimedia, dan fitur navigasi suaranya yang apik. Beberapa game terbaik yang  bisa dimainkan di konsol ini diantaranya The Witcher 3: Wild HuntRed Dead Redemption 2, hingga game online multiplayer seperti Apex LegendsOverwatch, dan Fortnite. Namun generasi ketiga ini sempat dikritik karena kurangnya game eksklusif dibandingkan para pesaingnya.

Generasi Keempat: Xbox Series X dan Series S

Dan generasi terbarunya yaitu generasi keempat hadir 7 tahun setelahnya yaitu pada bulan November 2020 lalu , tepat 2 hari setelah dirilisnya generasi terbaru Playstation yaitu Playstation 5. Sebagai 2 konsol tercanggih di masa kini , banyak gamers yang membanding bandingkan kedua konsol tersebut mengenai mana yang lebih worth it untuk dibeli.

Lewat Xbox Series X yang bisa dibeli dengan harga perkenalan US$499, Microsoft menjanjikan performa yang “4x lebih canggih dari Xbox One X” yang mendukung hingga resolusi 8K dan 120 fps. Di sisi lain, Xbox Series S merupakan versi low-end yang mendukung resolusi 1440p hingga 4K dan 60 fps dengan harga US$299 yang pastinya lebih ramah di kantong gamers.

Seolah belajar dari kesalahan sebelumnya , kali ini Microsoft memberikan lebih banyak game eksklusif Xbox Series X dan Series S, termasuk Halo InfiniteForza Motorsports, hingga Senua’s Saga: Hellblade 2.

Sejarah Perkembangan Game Konsol

Hampir setiap orang yang ada di dunia ini pasti pernah bermain game. Game sendiri bisa diartikan ke dalam Bahasa Indonesia dengan permainan.

Saat mendengar game mungkin beberapa orang akan langsung mengingat Playstation ataupun Nintendo.

Orang – orang juga sudah tak asing dengan  konsol game seperti Nintendi dan PS. Namun tak banyak orang yang tahu bagaimana perkembangan konsol game ini.

Video game mulai masuk perkembangan di tahun 1966. Ide – ide yang semakin kreatif dalam dunia game mulai banyak bermunculan.

Sebagian besar yang membuatnya pun para mahasiswa yang mengisi waktu senggang mereka dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang ada di kampus mereka masing – masing.

Awal mulanya adalah konsol game Baer dengan prototype game yang diberi nama Brown Box kemudian terbit dengan nama Magnavox Odysey pada tahun 1972 bulan Mei.

Konsol game ini berisi 16 game built in dan bisa diganti dengan menggunakan switch. Magnavox Odysey tercatat sebagai perkembangan konsol game pertama di dunia dengan penjualan 200.000 unit.

Setelah itu, generasi kedua dari konsol game pun muncul dimana generasi ini disebut – sebut sebagai awal era 8 bit atau kurang lebih 4 bit era.

Di generasi kedua ini juga dimana perkembangan konsol game pertama kali menggunakan meida cartridge di tahun 1976 dan Fairichild VES.

Fairichild VES mencoba mebubuhkan warna yang lebih menarik lagi dalam dunia konsol game dengan menginovasika VES atau Video Entertainment System.

Mesin VES lah yang kemudian menjadi mesin pertama yang disebut dengan Konsol. Konsol ini menggunakan kaset magnetic yang disebut dengan Cartridge.

Konsep ini lalu diikuti oleh produsen konsol game lain seperti Atari, Magnavox, dan RCA. Dan ketiga perusahaan video game ini memiliki konsep yang serupa.

Sayangnya, pada tahun 1977, konsol game sudah tidak menarik lagi untuk para konsumen. Fairchild dan RCA bangkrut dan yang masih bertahan hanyalah Magnavox dan ATARI. Akhirnya Magnavox meluncurkan Magnavox Odysey Vers. 2 yang ternyata juga gagal dan tidak hit.

Tak lama kemudian Atari menerbitkan konsol baru yaitu ATARI 2600 dengan game Space Invaders. 1980 para produsen konsol game mulai bermunculan kembali berkat Atari dan mengambil konsep Atari 2600 sebagai konsep dasar.

Namun sayang di tahun 1983 konsol game harus ambruk dan rela kalah saing dengan game PC yang semakin kreatif.

Ternyata kehancuran konsol game di tahun 1983 tidak menyurutkan perusahaan Famicom yang gigih mencoba untuk membangkitkan konsol game kembali pada masa jayanya.

Mereka berhasil membuat gebrakan baru. Konsol game asal negeri sakura ini memberikan nama konsolnya yaitu Nintendo Entertainment System (NES) yang diluncurkan di akhir tahun 1983.

Untuk pertama kalinya konsol game menampilkan gambar dan animasi resolusi tinggi. Hal ini tentu saja mendapatkan sambutan positif di Jepang dan Famicom mulai melebarkan sayap pemasarannya ke Amerika untuk memperkenalkan NES.

Dan NES inilah yang memperkenalkan kita pada game Super Mario Brothers dengan karakternya yang fenomenal dan tentu saja diingat sepanjang masa.

Pada generasi ke empat di tahun 1988 Sega merilis konsol mereka yang dikenal dengan Sega Genesis. Sega Genesis lebih menyajikan gambar yang lebih tajam dan animasi yang sangat halus dibandingkan dengan pesaingnya, NES.

Walau begitu, NES tetap menjuarai angka penjualan di tingkat paling atas. Setelah mengetahui hal itu, akhirnya dua tahun kemudian tepatnya pada 1990 Nintendo tidak mau kalah dengan meluncurkan SNES (super Nintendo entertainment system).

Disamping itu, sega meluncurkan Sonic the Hedgehog pada tahun 1991 yang kemudian muncul lah karakter Sonic yang terkenal serta menjadi ikon dari Sega sampai saat ini.

 

Itulah bagaimana perkembangan game konsol dari masa ke masa. Semoga bermanfaat.